Gerakan Berbagi Majelis Ta’lim Al Badariyah Kumpulkan Rp26 Juta untuk Warga Kurang Mampu

KABAR BUMI PERMAI – Gerakan berbagi yang digagas Majelis Ta’lim Al Badariyah Perumahan BHP bersama masyarakat Karangbongkot dan Telagawaru mendapat dukungan penuh dari para kepala dusun setempat. Kegiatan sosial ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam membantu sesama.

Dalam waktu kurang lebih satu minggu, ibu-ibu Majelis Ta’lim Al Badariyah berhasil menggalang dana partisipasi masyarakat sebesar Rp26.453.000. Dana tersebut dikumpulkan melalui gerakan infak dan sedekah yang melibatkan warga di lingkungan Perumahan BHP dan sekitarnya.

Kepala Dusun Bumi Permai, Taufiqurrahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah luar biasa yang menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat.

“Ini adalah gerakan yang luar biasa. Dukungan dan partisipasi masyarakat menunjukkan adanya kepercayaan besar terhadap program Majelis Ta’lim dalam menggerakkan infak, sedekah, dan kepedulian sosial. Gerakan seperti ini dapat membuka mata hati banyak orang untuk ikut berbagi,” ungkapnya.

Dana yang berhasil dikumpulkan tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu masyarakat kurang mampu, lansia, serta anak yatim yang berada di wilayah Perumahan BHP, Karangbongkot, Perampuan, dan Telagawaru. Panitia menyiapkan 150 kupon sembako yang dibagikan kepada para penerima manfaat.

Selain itu, sebagian dana juga disalurkan sebagai dukungan penyediaan terop untuk kebutuhan Idul Fitri, yang diberikan kepada Takmir Masjid Baitul Qadri serta untuk mendukung kegiatan remaja masjid.

Ketua Majelis Ta’lim Al Badariyah, Dra. Hj. Alfiatun, menjelaskan bahwa seluruh pengalokasian dana dilakukan secara transparan dan terperinci. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan amanah melalui infak dan sedekah.

“Semua dana yang terkumpul kami kelola secara terbuka dan tepat sasaran. Para penerima bantuan kami undang langsung ke Masjid Baitul Qadri dengan membawa kupon masing-masing sehingga pembagian dapat berjalan tertib dan lancar,” jelasnya.

Kegiatan pembagian bantuan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Qadri, Minggu (15/03/2026), dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Baitul Qadri, pengurus PHBI, serta kedua Kepala Dusun BHP Barat dan BHP Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Takmir Masjid Baitul Qadri, H. Lalu Agusalim, juga menyampaikan pesan tentang keutamaan bersedekah.

“Hikmah dari bersedekah adalah semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak pula keberkahan yang akan datang,” tuturnya.

Gerakan berbagi yang digagas Majelis Ta’lim Al Badariyah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menumbuhkan kepedulian sosial, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan.[ufq]


Vidio Sambutan Ketua Majelis Ta'lim
Share:

Seniman Dakwah Miqcum Kupas Makna Al-Fatihah pada Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Baitul Qadri

(Foto MiqCum)
KABAR BUMI PERMAI - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitul Qadri pada Sabtu malam, 7 Maret 2026 Masehi atau bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 Hijriah. Ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti peringatan Nuzulul Qur’an yang menghadirkan dai nasionalis sekaligus seniman dakwah, Dr. Lalu Maksum Ahmad, S.Ag., M.Pd.I, yang akrab disapa Miqcum.

Dalam ceramahnya, Miqcum tidak hanya menyampaikan tausiyah secara konvensional. Dengan gaya khasnya yang memadukan dakwah, seni, pantun, dan nyanyian, ia mengajak jamaah memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam. Pendekatan dakwah yang kreatif ini membuat suasana ceramah terasa hidup dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Miqcum menegaskan bahwa kegiatan tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadhan tidak seharusnya berhenti pada sekadar membaca ayat-ayat suci. Lebih dari itu, umat Islam diajak untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Tadarus Al-Qur’an tidak semata-mata tilawah atau membaca saja, tetapi memahami isi Al-Qur’an itu yang jauh lebih penting, agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya di hadapan jamaah.

Dalam momentum Nuzulul Qur’an tersebut, Miqcum secara khusus mengupas makna Surah Al-Fatihah, yang dikenal sebagai Ummul Kitab atau induk dari Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa surah yang sering dibaca dalam setiap rakaat salat itu mengandung pesan besar tentang hubungan manusia dengan Allah dan sesama manusia.

Menurutnya, ayat “Bismillahirrahmanirrahim” mengajarkan bahwa setiap aktivitas manusia harus dimulai dengan kesadaran akan kasih sayang Allah. Sementara ayat “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur kepada Tuhan yang memelihara seluruh alam semesta.

Pada ayat “Arrahmanirrahim”, Miqcum menekankan bahwa sifat kasih sayang Allah seharusnya menjadi teladan bagi manusia dalam memperlakukan sesama. Sedangkan “Maliki yaumiddin” mengingatkan bahwa kehidupan dunia akan berakhir dan setiap manusia akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah.

Selanjutnya, ayat “Iyyaka na’budu wa iyyaka نستعين” menunjukkan komitmen total seorang hamba untuk beribadah hanya kepada Allah dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Sementara “Ihdinash shirathal mustaqim” merupakan doa agar manusia senantiasa diberi petunjuk menuju jalan yang lurus.

Adapun penutup surah Al-Fatihah, “Shirathalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladh dhallin”, menurut Miqcum, merupakan harapan agar manusia mengikuti jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dan menjauhi jalan orang-orang yang tersesat.

Selain mengupas makna Al-Fatihah, Miqcum juga menyampaikan pesan moral kepada warga Perumahan BHP agar terus menjaga kebersamaan dan persatuan yang telah lama dibangun oleh para pendahulu.

“Persatuan yang sudah dirintis oleh para founding fathers harus terus kita rawat. Kebersamaan adalah kekuatan masyarakat. Karena itu, mari kita tetap kompak dan saling menjaga,” pesannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa materi ceramah yang disampaikannya pada malam itu sebagian telah ia bagikan melalui kanal media sosialnya, khususnya di platform YouTube. Melalui media digital tersebut, Miqcum berupaya memperluas jangkauan dakwah dengan pendekatan kreatif yang memadukan ceramah, syair, pantun, dan lagu.

Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Baitul Qadri malam itu tidak hanya menjadi ajang memperingati turunnya Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi jamaah untuk kembali mendekatkan diri kepada kitab suci, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. [ufq]

Share:

Pengumuman Hasil Lomba Nuzulul Qur’an Masjid Baitul Qadri BHP, Peserta Terima Piala dan Piagam Penghargaan.

KABAR BUMI PERMAI - Rangkaian kegiatan lomba dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an yang digelar di Masjid Baitul Qadri BHP resmi ditutup pada Sabtu, 7 Maret 2026. Pada kesempatan tersebut panitia mengumumkan hasil penilaian dari berbagai mata lomba yang telah diikuti oleh peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan prestasi para peserta, panitia memberikan hadiah kepada para juara berupa piala, perlengkapan alat tulis dan menggambar, serta piagam penghargaan.

Penyerahan hadiah dilakukan secara langsung oleh Ketua Panitia Lomba Rahman Maulana Hanur Denata yang akrab disapa Dena, didampingi Ketua Takmir Masjid Baitul Qadri H. Lalu Agusalim, Ketua PHBI Suri Hidayat, Kadus Bumi Permai Taufiqurrahman, serta Kadus BHP Karang Bongkot Moh. Sugeng. Penyerahan hadiah berlangsung penuh kebahagiaan dan disambut antusias oleh para peserta dan orang tua yang hadir.

Adapun hasil juara dari masing-masing lomba adalah sebagai berikut:

Lomba Hafalan Surat Pendek (TK & SD Kelas 1–3)

  1. Lele Meutya Gendisa
  2. Aisyah Kanaya
  3. Dita Bunga Hasna

Lomba Hafalan Surat Pendek (SD Kelas 3–6)

  1. Khansa Syahraini
  2. Auliya Izzatunnisa
  3. Naurah Nur Ulayya

Lomba Fashion Show
Juara:

  1. Faiqah Ramadani Riyadi
  2. Aqila Arvi Arumi
  3. Firayu Syahla Salsabila

Juara Harapan:

  1. Raden Manaf Mahes. S
  2. Dita Bunga Husna
  3. Felisha Khansa Nabila

Lomba Tilawah
Juara:

  1. Latifa Azzahra Rumaisa
  2. Baiq Ummil Kitabi Hasani
  3. Idam Catief Danuangga Kuswanto

Juara Harapan:

  1. Permata Anistia Za’ma

Lomba Kultum
Juara:

  1. Aulia Izz Zayani
  2. Rafi Firmansyah
  3. Baiq Shopra Zastera

Harapan :

  1. Syafiqa Habiba Kanzia
  2. Ahmad Zarkasy Al Fakih

Lomba Adzan Anak-anak
Juara:

  1. Rifyal Ramadhan
  2. M. Affan Althaf
  3. M. Kaevan El-Farisal

Harapan :

  1. Ahmad Al Nufais
  2. M. Akmal
  3. Qabun Syakirun

Kategori Remaja

  1. Fairyi Zidan
  2. Ghifary Putra P.
  3. M. Ferdi Ristiawan

Sekretaris panitia, Nurul Fitriyani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

“Alhamdulillah lomba ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan panitia, para ketua RT, Ketua Takmir, Ketua PHBI, kedua Kepala Dusun BHP Barat dan BHP Timur, para dewan juri, serta para orang tua peserta yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari berbagai unsur masyarakat. Ketua Takmir, Ketua PHBI, serta Kadus Bumi Permai menilai kegiatan tersebut sangat positif dalam membangun semangat keagamaan generasi muda di lingkungan BHP.

Kadus Bumi Permai Taufiqurrahman menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut sekaligus berharap kegiatan serupa terus dikembangkan di masa mendatang.

“Kami sangat bersyukur kegiatan lomba ini dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu memotivasi anak-anak di lingkungan BHP untuk lebih mencintai Al-Qur’an serta aktif dalam kegiatan masjid. Ke depan kami berharap para remaja juga mendapatkan ruang yang lebih luas untuk mengambil peran dan berkontribusi di Masjid Baitul Qadri, masjid yang kita cintai bersama,” ujarnya. [ufq]

Share:

Pesona Remaja Masjid: Tongkrongan Paling Positif di BHP


KABAR BUMI PERMAI - Di tengah era scroll tanpa henti dan notifikasi yang nggak ada jedanya, ternyata masih ada ruang nongkrong yang vibes-nya beda: hangat, seru, dan penuh makna. Itulah yang terasa setiap kali remaja berkumpul di Masjid Baitul Qadri, Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP).

Di sini, senyum bukan dibuat-buat. Tawa bukan setting-an. Semua mengalir natural karena mereka merasa punya tempat untuk tumbuh bareng. Ada yang awalnya cuma tahu wajah karena sering papasan di jalan komplek, tapi nggak pernah benar-benar kenal. Bahkan mungkin kalau nggak ada kegiatan remaja masjid, bisa jadi tetap asing meski tinggal satu lingkungan.

“Kalau bukan karena perkumpulan ini, mungkin kita nggak bakal saling kenal. Ketemu di jalan pun bisa saja cuma lewat tanpa sapa,” ujar , yang akrab disapa Bang Jo.

Dan memang benar. Remaja masjid bukan cuma soal kegiatan keagamaan. Ini tentang membangun koneksi, solidaritas, dan rasa memiliki. Tempat di mana kamu bisa jadi diri sendiri, belajar hal baru, dan nemuin teman seperjuangan.

Sosok-Sosok di Balik Layar

Di balik ramainya kegiatan, ada figur yang jadi “penggerak senyap”. Salah satunya . Sebagai remaja yang paling dituakan, ia sering jadi tumpuan. Bisa dibilang, kalau belum ada Kak Nurul, rasanya ada yang kurang. Ia bukan cuma hadir, tapi memastikan semuanya berjalan. Dari koordinasi sampai detail kecil yang kadang luput dari perhatian.

Lalu ada Nanul, si kreator visual yang selalu standby dengan kamera di tangan. Dalam setiap momen, ia hadir bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai penjaga kenangan. Kemampuannya dalam desain video dan pengambilan gambar bikin setiap kegiatan terasa lebih hidup. Dokumentasi yang ia buat bukan sekadar arsip, tapi cerita yang bisa diputar ulang kapan saja.

Lebih dari Sekadar Kumpul

Remaja masjid di BHP adalah bukti bahwa Gen Z bisa produktif tanpa kehilangan fun-nya. Masing-masing punya talenta, ada yang jago public speaking, desain, organisasi, hingga konsep acara. Ketika semua potensi itu dikumpulkan dalam satu ruang, hasilnya bukan main.

Ini bukan cuma aktivitas rutin. Ini adalah investasi masa depan. Soft skill terasah, rasa percaya diri tumbuh, jaringan pertemanan meluas. Tanpa sadar, mereka sedang membangun versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Dukungan pun terus mengalir. Kepala Dusun Bumi Permai, , selalu hadir dalam setiap langkah para remaja. “Saya doakan kalian semua selalu sehat dan terus kompak,” ujarnya penuh harap.

Di tengah dunia yang kadang terasa individualistis, remaja masjid Baitul Qadri membuktikan bahwa kebersamaan masih punya tempat istimewa. Bahwa nongkrong bisa tetap positif. Bahwa kenalan bisa berubah jadi keluarga.

Dan mungkin, di sinilah pesona sebenarnya: tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menciptakan cerita yang kelak akan selalu dirindukan. [ufq]





Share:

Technical Meeting Lomba Memperingati Nuzulul Qur'an,an Berlangsung Lancar, Peserta Diminta Patuhi Aturan


KABAR BUMI PERMAI - Technical meeting kegiatan lomba Ramadhan dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an berlangsung tertib dan lancar pada Minggu, 1 Maret 2026. Seluruh peserta dari berbagai cabang lomba hadir dan mengikuti pemaparan panitia dengan penuh perhatian.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Panitia, Nurul Fitriyani. Dalam arahannya, ia menjelaskan secara rinci teknis pelaksanaan masing-masing mata lomba agar seluruh peserta memahami aturan yang telah ditetapkan.

Untuk lomba tilawah, peserta diwajibkan membaca Al-Qur’an dengan durasi 5 hingga 7 menit. Kriteria penilaian meliputi tajwid atau makhraj, irama, kualitas suara, serta adab dalam membaca.

Pada cabang lomba adzan dan do'a setelah adzan, aspek yang dinilai mencakup ketepatan tajwid, kejernihan dan kekuatan suara, serta penghayatan atau penjiwaan peserta saat melantunkan adzan.

Sementara itu, lomba kultum mengangkat tema yang berkaitan dengan Nuzulul Qur’an dengan durasi penyampaian antara 5 sampai 10 menit. Peserta diharapkan mampu menyampaikan materi secara runtut, jelas, dan menyentuh.

Untuk lomba hafalan surah pendek, peserta akan membacakan satu surah wajib dan satu surah pilihan yang akan diundi langsung oleh dewan juri saat pelaksanaan lomba.

Adapun lomba fashion show muslim mengharuskan peserta berjalan di atas catwalk mengenakan busana syar’i. Penilaian meliputi keserasian busana, teknik berjalan, serta ekspresi dan kepercayaan diri peserta.

Dari hasil technical meeting tersebut, panitia berharap seluruh peserta dapat mematuhi ketentuan yang telah disepakati agar pelaksanaan lomba berjalan tertib dan sesuai harapan bersama.

“Peserta diharapkan hadir tepat waktu. Lomba akan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni bakda salat Ashar dan bakda salat Tarawih,” tegas Nurul Fitriyani.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, panitia optimistis seluruh rangkaian lomba Ramadhan tahun ini dapat berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan. [ufq]

Share:
https://www.bhp.web.id/p/taufiqurrahman-inspirasi-kepemimpinan.html
http://picasion.com/
http://picasion.com/

Label