Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dusun Gubuk Aida, Ahmad Ibnu Idham Halil, yang menginformasikan bahwa salah satu warganya, Mahnun (53), telah menderita sakit hingga lumpuh selama lebih dari satu tahun. Kondisinya sangat memprihatinkan, tubuhnya kurus kering, hanya bisa terbaring, dan seluruh kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum hingga ke kamar mandi sepenuhnya bergantung pada bantuan keluarga.
Ironisnya, yang selama ini merawat Mahnun adalah putrinya, Elza Safitri, yang masih duduk di bangku SMP, dibantu kakaknya Ahmad Zainul yang sudah berkeluarga. Sementara sang istri, Fauziah, juga dalam kondisi sakit, membuat beban keluarga semakin berat.
Tak butuh waktu lama setelah menerima laporan, Selasa (24/2/2026), Doktor Syam langsung turun mengunjungi rumah Mahnun. Ia mengaku terpukul sekaligus prihatin karena baru mengetahui kondisi tersebut setelah berjalan hampir satu tahun.
“Saya merasa bersalah karena baru mendapat informasi bahwa beliau sudah setahun sakit. Anaknya yang masih SMP harus berhenti fokus belajar demi merawat orang tuanya bersama kakaknya,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap kuat menghadapi cobaan. Ia juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat agar memberikan perhatian dan penanganan khusus terhadap kondisi Mahnun dan istrinya.
Tidak hanya itu, Doktor Syam juga menyiapkan bantuan pendidikan berupa beasiswa perguruan tinggi untuk Elza Safitri. Mendengar hal tersebut, air mata sang putri tak terbendung.
“Di sini saya kembali diingatkan untuk terus bersyukur. Kita masih diberi kesehatan dan rezeki. Saya berdoa semoga Allah selalu memberi saya kesehatan agar bisa terus bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya haru.
Ia berharap kejadian serupa tidak lagi ditemukan di desa-desa lain tanpa perhatian dan penanganan cepat dari pemerintah. “Pemerintah harus hadir. Tidak boleh ada warga yang terabaikan dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Atas respons cepat tersebut, Kepala Dusun Gubuk Aida menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan kepada warga kami. Semoga miq dewan bersama keluarga selalu diberi kesehatan, dimudahkan rezekinya, dan tetap istiqomah dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujarnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kehadiran nyata wakil rakyat sangat dibutuhkan, terutama bagi mereka yang tak lagi mampu bersuara. [ufq]









.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar