![]() |
| ( foto dari kiri : ketua takmir, sekertaris yayasan, ketua yayasan, dewan pembina yayasan ) |
Mengawali tahun 2026, Yayasan Masjid Baitul Qadri langsung melakukan penguatan kepengurusan takmir masjid melalui proses pemilihan ketua takmir. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen yayasan dalam menerapkan prinsip musyawarah mufakat, keterbukaan, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan masjid.
Proses penguatan takmir masjid dilaksanakan melalui dua kali musyawarah mufakat. Musyawarah pertama digelar pada 5 Januari 2026 berdasarkan Surat Nomor 01/I/TMBQ/2026, dengan menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama, Kepala Dusun (Kadus), serta seluruh ketua RT se-BHP. Musyawarah kedua dilaksanakan pada 17 Januari 2026 sebagai tindak lanjut untuk memantapkan struktur kepengurusan takmir masjid.
Musyawarah kedua yang dipimpin dan diundang langsung oleh Ketua Yayasan Masjid Baitul Qadri, Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, membuahkan hasil berupa pemilihan ketua takmir masjid. Pemilihan tersebut diikuti oleh tokoh-tokoh agama di lingkungan BHP, di antaranya Ust. H. Marsum Akhir, H. Lalu Agusalim, dan H. Lalu Sidik.
Dari total 17 ketua RT, sebanyak 14 RT hadir sebagai perwakilan masyarakat, sementara 3 RT tidak hadir. Hasil pemungutan suara menetapkan H. Lalu Agusalim sebagai ketua takmir masjid terpilih dengan perolehan 9 suara, disusul H. Marsum Akhir dan H. Lalu Sidik masing-masing 2 suara, serta 1 suara dinyatakan batal karena memilih dua nama calon.
Dengan terpilihnya kembali H. Lalu Agusalim sebagai Ketua Takmir Masjid Baitul Qadri, Ketua Yayasan berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan penuh.
“Kami berharap semua pihak, termasuk Kadus dan seluruh ketua RT, ikut membantu dan mendukung takmir masjid agar pengelolaan masjid berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujar Prof. Dr. H. Akhmad Asyari.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes, yang juga merupakan warga BHP dan turut hadir dalam musyawarah tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan meninggalkan perbedaan.
“Siapapun yang menjadi takmir masjid, mari kita dukung bersama. Urusan masjid adalah tanggung jawab kita bersama. Jika tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemerintah di tingkat dusun bersatu, maka semua persoalan akan terasa ringan. Mulai hari ini tidak ada lagi berkubu-kubu, bersatu kita kuat,” tegasnya.
Dewan Pembina Yayasan Masjid Baitul Qadri, Kompol Fauzan, juga menekankan pentingnya persatuan.
“Satu kata, kita harus bersatu. Mari bersama-sama mengawal dan mendukung takmir masjid,” ujarnya.
Sementara itu, Kadus Bumi Permai, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan nama-nama tokoh agama terbaik di lingkungan BHP untuk terlibat aktif dalam pengelolaan masjid.
“Tokoh agama harus menjadi bagian terpenting dalam membangun kebersamaan dan persatuan umat,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan tata kelola yang lebih baik, Masjid Baitul Qadri diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat persatuan, pelayanan umat, dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan BHP. [ufq/rds01]








.jpg)




Untuk mengenal lebih dekat Ketua RT se Bumi Permai, silahkan anda cek pada link di atas. Adapun hal dan ketentuan yang berlaku pada wilayah RT masing-masing silahkan anda hubungi ketua RT, profil masing-masing ketua RT sudah kami cantumkan. Semoga anda terbantu dengan layanan kami.
Untuk ketertiban administrasi Dusun Bumi Permai, bagi warga baru silahkan melakukan lapor diri dengan cara mengisi link di atas. Setelah mengisi link anda akan mendapatkan kartu digital
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) merupakan suatu kegiatan ekonomi produktif yang berusaha meningkatkan pendapatan yang dilakukan oleh keluarga sejahtera secara berkelompok dilingkungan masyarakat yang sederhana yang berada di Dusun Bumi Permai.













.jpg)